Minggu, 24 Februari 2013

Tolak Peluru (kelas x)

Meskipun cabang olahraga ini termasuk event atau nomor lempar, akan tetapi istilah yang dipergunakan bukan “lempar peluru” tetapi “tolak peluru”.
Hal ini sesuai dengan peraturan tentang cara melepaskan peluru, ialah dengan cara mendorong atau menolak dan bukan melempar. Istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah the short put.
1.         Teknik Dasar Tolak Pelur
a.         Teknik Memegang dan Meletakkan Peluru
Ada dua macam gaya yang serign digunakan pada tolak peluru, yaitu gaya lama atau gaya ortodoks dan gaya baru atau gaya O’Brian. Kalau ada gaya lain hanyalah merupakan variasi dari kedua gaya tersebut.
Cara memegang peluru ada tiga macam, yaitu:
1)        Jari-jari agak renggang. Jari kelingking ditekuk berada di samping peluru, sehingga dapat membantu untuk menahan supaya peluru tidak mudah tergeser dari tempatnya. Untuk menggunakan cara ini penolak peluru harus memiliki jari-jari yang kuat dan panjang-panjang.
2)        Jari-jari agak rapat, ibu jari disamping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Jari kelingking selain berfungsi untuk menahan jangan sampai peluru mudah bergeser, juga memantu menekan pada waktu peluru ditolakkan. Cara ini llebih banyak dipakai dri pada cara pertama.
3)        Bagi mereka yang tangannya agak kecil dan jari-jarinya pendek, dapat menggunakan cara ketiga ini, yaitu jari-jari seperti pada cara yang kedua tetapi lebih renggang. Kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut menolak peluru, ibu jari untuk menahan geseran ke samping. Oleh karena tangan pelempar kecil dan berjari-jari pendek, peluru diletakkan hamper pada seluruh lekuk tangan.
b.        Cara Menolak Peluru
1)        Pengenalan peluru
(1)    Peluru dipegang dengan satu tangan dan dipindahkan ke tangan yang lain.
(2)    Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar.
(3)    Peluru dipegang oleh tangan dengan sikap berdiri agak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan kea rah belakang dan peluru digelindingkan ke depan.
2)        Sikap awal akan menolak peluru
Mengatur posisi kaki, kaki kana ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak kea rah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kanan mendarat badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.
3)        Cara menolakkan peluru
Dari sikap menolakkan peluru ini, tanpa saat berhenti harus segera diikuti engan gerakan menolak pelur. Jalannya dorongan atau tolakan pada peluru harus lurus satu garis, sudut lemparan kurang dari 40⁰.
4)        Sikap akhir setelah menolak peluru
Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri ditarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.
5)        Cara menolak peluru dengan awalan menyamping (Ortodoks)

(Gambar)
6)        Cara menolak peluru dengan awalan membelakangi (O’Brian)
(gambar)
Hal-hal yang harus dihindari dan diutamakan

Hal-hal yang harus dihindari dalam tolak peluru:
(1)      Sikap/posisi awal yang tidak seimbang.
(2)      Gerakan menolak peluru yang tidak betul dilakukan dengan lompatan dengan kaki kanan.
(3)      Mengangkat tubuh terlalu tinggi dalam gerakan meluncur.
(4)      Tidak menarik kaki kanan cukup jauh ke bawah badan.
(5)      Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang.
(6)      Gerakan kaki kiri terlalu kea rah samping kiri.
(7)      Terlalu cepat menegakkan badan.
(8)      Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan.
Hal-hal yang harus diutamakan dalam tolak peluru:
(1)      Pelihara kaki kiri selalu rendah.
(2)      Lakukan gerakan kaki yang seimbang sempurna, dengan kaki kiri mendorong ke belakang.
(3)      Bagian atas badan harus selalu rileks sedang bagian bawah selalu bergerak.
(4)      Usahakan gerakan yang cepat dan menjangkau jauh dari kaki kanan.
(5)      Putarlah kaki kanan ke dalam selama luncur/menolak peluru.
(6)      Usahakan pinggang kiri dan bahu menghadap ke belakang sejauh mungkin.
(7)      Usahakan lengan kiri posisi tertutup.
(8)      Tahanlah kuat-kuat dengan kaki kiri untuk menjaga keseimbangan badan.
1.         Peraturan dan perlengkapan Tolak Peluru
Berat peluru untuk putera:  7,26 kg
Berat peluru untuk puteri :  4 kg
(gambar)
Peraturan tolak peluru:
Peserta tolak peluru dinyatakan gagal dalam melakukan tolakan apabila:
(1)      Menyentuh balok batas sebelah atas.
(2)      Menyentuh tanah di luar lingkaran.
(3)      Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah.
(4)      Peluru jatuh di luar sector lingkaran.
(5)      Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang.
(6)      Peluru diletakkan di muka dada atau belakang kepala.
(7)      Dipanggil sudah 2 menit belum melempar.
(8)      Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan. 

1 komentar:

  1. jelas sudah sekarang saya tahu bagaimana cara melakukan tolak peluru, makasih ya

    BalasHapus